Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan



 


Assalamu'alaikum semuaa...

Finnally setelah berabad-abad lamanya...(Hehehe agak lebay dikit gpp lah yaa..) akhirnya saya berencana, Insyaa Allah bakalan balik nge-Baking lagi nih.  

Blog tertjintah yang sudah lumutan ini xixixi mulai dibenahi lagi yaa..

Insyaa Allah bila sudah siap saya akan bikin announcement lagi buat buka orderan..




See you soon guys...

-Yami-

(Ayam a la Yamiyummy-resep ga bisa dishare krn asli cm cemplang cemplung hehehe)

Assalamu'alaikum my blog reader..... Maaf dan maaf banget yaa saya udah lama bangets gag up date blog ini. Biasalah alasan klasik yaitu sibuk hehehe...Eits sebenernya gag sibuk2 amat sih cuma saya memang agak tenggelam dalam pusaran aktivitas yang memaksa saya ga bisa nulis dengan leluasa. Apalagi saya juga punya blog yang lain Catatan Mompreneur yang juga mesti saya up date secara berkala.

Tahun ini saya libur panjang dari kegiatan baking. Maaf ya para customer yang terpaksa harus saya kecewakan karena order2nya terpaksa saya tolak. Saya terpaksa menolak sederet order karena terus terang saya sibuk memanage usaha saya yang lain yaitu usaha furniture rotan sintetis saya (http://www.de-moris.com), mengurus ruko offline saya, ditambah mengurus keluarga juga. Ahaiii punya 2 anak yang masih kecil2 ternyata lebih sulit dan berat ketimbang membuat sederet cake xixixi...

Ada beberapa cake juga yang saya buat sih cuma saya males banget memfotonya walau anak sulung saya, Farizy, sudah mengingatkan saya. Otomatis saya jadi males juga meng-up date blog ini. Oh ya, tahun ini saya banyak mendapat rentetan ujian dalam usaha. Saya terpaksa menutup ruko offline Yamiyummy Cakes, terpaksa harus pindah lagi ke rumah dan terpaksa harus mengorbankan passion saya dalam baking terpendam dulu untuk sementara. Semua saya lakukan demi anak2 yang saat ini butuh prioritas utama saya.

Demi mencurahkan perhatian yang semaksimal mungkin terpaksa saya menepiskan dulu kerinduan saya membuat kue2 lezat, terpaksa memendam hasrat buat menaklukkan kue2 yang ada dalam daftar tunggu kue2 yang saya pengen buat seperti rainbow cake, red velvet cake, blue velvet cake, opera cake dsb dsb, belum lagi ada sederet kue2 asli Jerman yang saya pengen buat berhubung sahabat Jerman saya Julia Schaefer sudah memberi bukunya 3 tahun yang lalu. Ah sungguh terlalu ya saya ini....Rasanya sedih banget lho soalnya baking adalah my endless passion yang kadang saya jadikan sarana terapi melatih kesabaran, melatih kreativitas dan melatih tangan saya menjadi mesin uang xixixi....

Sambil menunggu situasi memungkinkan buat baking lagi, saya banyak memperdalam usaha saya di bidang yang lain. Kebetulan saya punya hobi nulis jadi saya bergabung dengan Shvoong. Saya sudah membuat beberapa review buku. Pembaca bisa melihat review saya di sebelah kanan blog saya ini. Lumayanlah dapat tambahan income dari passion saya yang lain yaitu menulis. Oh ya kalau pembaca ada yang hobi nulis review buku atau artikel ga ada salahnya menambah income anda dengan bergabung di shvoong tersebut.

(Kroket Makaroni-Resep nanti dicari dulu krn gag tau nyelip dimana hehehe)

Oh satu lagi, ih kayaknya postingan kali ini full of iklan ya, tapi ga pa pa deh siapa tau bermanfaat buat pembaca yang pengen dapet tambahan penghasilan. Kalau ada yang lagi kesulitan finansial (kayak saya hihihi) bisa gabung di sini ya Bisnis online dahsyat modal 20 ribu saja dan satu lagi Bisnis Online Ga Ribet modalnya Cuma 50 Ribu Aja. Ini bukan money game lho karena setelah saya gabung saya dapat pelajaran bisnis online tahap dasar, terus kalau mau sukses ya harus kerja keras dan ga adalah yang namanya kaya secara instan. Jadi yang sukses ya yang rajin kerjanya dan buat yang males kerja ya kelaut ajah :).....

Udah mungkin gitu dulu ya postingan kali ini. Oh ya maaf gambar yang saya upload adalah gambar2 jadul. Ga apa2 yaa daripada ga ada, iya kan ???? See u again yaaa....


Sewaktu lomba tumpeng untuk 17 an yang lalu, saya iseng2 bikin 2 jenis cup cake buat penyemarak meja tempat tumpeng kami dipamerkan. Dan memang dengan adanya deretan cup cake yang menggoda ini bikin meja kami colourful dan ceria banget. Nggak heran kalau akhirnya para dewan juri jatuh hati dan menobatkan kami sebagai pemenang lomba tumpeng. Alhamdulillah...


Cup cake yang saya buat ada 2 jenis, satu coklat butter cake yang di dekor dengan edible image dan buttercream warna warni dan satu lagi browniess kukus yang dihias topping coklat ganache dan irisan strawberry segar. Hmmm yummy banget, dan pas beres2 meja sehabis lomba ternyata deretan cup cakenya sudah ludes....Alhamdulillah kalau pada suka dengan cup cake made in YamiYummy ehm hm hm....;-)



(I made 2 kinds of cupcakes while tumpeng competition in our independence day. I made them just to make our table which used to show our tumpeng more colourfull and tempted. No wonder if the judges then decided thet the winner of tumpeng competition was our creation. Thanks God.....

I made 2 kinds of cupcakes, chocolate butter cake decorated with edible images and colourfull buttercream. The other was steamed brownies which topped with chocolate ganache and fresh strawberry. Hmmm they were really really yummy to taste.

When I cleaned up the table I found that there were no cupcakes left behind. Glad to know that everybody loved my cupcakes,made of YamiYummy.. ehm hm hm....;-))


Merdeka !!!!

17 Agustus.....Ini hari yang sangat istimewa buat bangsa Indonesia...Buat kami warga Graha Taman Kebayoran, Bekasi, hari ini juga sangat spesial. Terutama buat ibu2 warga rt 08/13. Kami kebagian ikutan lomba tumpeng. Suer, rata2 dari kami belum pernah seumur-umur bikin tumpeng sendiri, kalo makan tumpeng sih kayaknya sering xixixi. Dulu2 mana pernah kebayang kalau saya mesti bikin tumpeng. Dan modal saya untuk lomba tumpeng kali ini apalagi kalau bukan contekan step by step bikin tumpeng yang saya browsing dari webnya NCC (Bu Fat permisi nyontek cara bikin tumpengnya ya...Makasih banyak lohhh) dan sebuah buku seni lipat daun yang saya beli di mall waktu ada sale besar2an hehehe...

Dengan 2 modal di atas maka saya dan rekan2 sekelompokpun pede banget bikin tumpengnya, apalagi ternyata kami dapat bantuan tenaga ahli per-tumpeng-an (piss Oma Audrey) dari Medan yang kebetulan sedang menjenguk para cucunya di sebelah rumah..



Alhamdulillah kelompok kami menjadi juara 1. Tumpeng kami beda dari kelompok lain yang rata2 menggunakan nasi tumpeng kuning. Kelompok kami membuat tumpeng bertema merah putih. Nasi merahnya dibuat dari nasi putih yang diberi pewarna alami dari buah bit. Enak dan sehat deh pokoknya....

(August 17 was our Independence Day...We usually celebrate the day with special ceremonial and in each housing we had our own way to celebrate it.

In my neighbourhood we had to make such a kind of rice form called Tumpeng. We usually make a triangle form using an aluminium folding. But at this moment people usually give an improvement like using other kind of folding or using a barbie doll and we call it Tumpeng Barbie.

We made a red white tumpeng using bit for the food colouring and our tumpeng creation was different with the other that made yellow tumpeng.

Finnally we became a winner although we never made such a kind of tumpeng before. Before the day, I prepared myself with the print out of step by step of making a tumpeng that I browsed from NCC website dan I also bought a book about The Art Of Folding Leaves. Thanks God both were worked out.)


Berkat gabung dengan milis TDA (Tangan Di Atas)saya punya segudang pengalaman baru. Mulai kenal dengan orang2 TOP, punya banyak kenalan sesama pengusaha Bekasi, punya konsultan gratis buat meleverage bisnis dan mendapat pengalaman baru talkshow di sebuah radio di Bekasi, Radio Gaya FM 93.6.

Selasa tgl 11 Agustus saya mendapat giliran talkshow dan materi talkshownya adalah tentang kue. Supaya talkshow berjalan lancar saya sengaja datang pagi2 banget (hampir menyaingi penyiarnya sendiri malah hehehe). Mba Flora, sang penyiar radio gaya, sangat senang dengan kedatangan nara sumber yang on time karena dengan demikian penyiar dan pendengar radio bisa berinteraksi lebih leluasa dengan sang nara sumber.

Begitu Mba Flora membuka acara langsung pendengar yang mayoritas ibu2 berebutan menelpon. Isi pertanyaan mereka ternyata tak menyentuh masalah usaha yang saya geluti tetapi lebih kemasalah teknis masak memasak semisal tips supaya kue kering tidak cepat berjamur walau tanpa bahan pengawet.

Walau saya masih tergolong amatiran dalam dunia kuliner tetapi Alhamdulillah berkat ilmu yang saya dapatkan dimilis NCC ternyata sangat bermanfaat dalam menjawab semua pertanyaan. Inilah nikmat yang saya rasakan berkat gabung di dua milis hebat xixixi...

Sebagai hadiah untuk pendengar yang bertanya via telpon saya membawa hadiah berupa bolu gulung 2 rasa (vanila strawberry dan coklat) yang dikemas cantik dengan topping keju cheddar parut dan cherry merah. Alhamdulillah talkshow berjalan lancar dan sebuah pengalaman hebatpun telah usai saya lakoni.


Thanks to Radio Gaya dan TDA Bekasi....

(At August 11,I got a new experience to join talkshow at Gaya Radio FM 93.6. It was a great experience that I had ever. Since I joined in 2 great mailing lists, NCC (Natural Cooking Club) and TDA (Tangan Di Atas) I got so many new knowledges, so many great experiences and I had a chance to know great persons who well known as great entrepreneurs in Indonesia.

I came too early for the talkshow but the announcer, Mrs. flora, was very happy for it. It will let her and her listeners got enough time to listen and to ask some questions to me for everything related with the cooking and baking.

As a gift for the listener who phoned us, I brought Roll cakes with 2 variants (Vanilla Strawberry and chocolate). As usual, I packed them with elegant packed and I added shreded cheddar cheese with red cherry as topping.

What a great time for me. Thanks to Gaya Radio and also for TDA Bekasi for giving me the chance....)


Salah satu komunitas yang saya ikuti adalah komunitas TDA (Tangan Di Atas) dan Alhamdulillah, banyak banget manfaat positif yang saya dapatkan dari bergabung dengan komunitas yang sangat luar biasa ini. Tadinya saya hanya sekedar memuaskan rasa ingin tahu saja dan sok ikut2an bergabung dengan milis yang membernya sudah buanyak banget ini.

Ternyata pepatah yang mengatakan 'tak kenal maka tak sayang' benar adanya...Setelah mengenal TDA lebih dalam saya sontak jatuh cinta dan makin ingin berperan aktif di dalamnya. Memang sih kalau mau melihat para anggota lain yang terlihat telah begitu mapan dengan bisnisnya masing2 kadang timbul juga rasa minder dan gak pede-an. Tapi dari TDA inilah saya jadi lebih menghargai kemampuan dan keterampilan yang saya miliki dan makin mengoptimalkannya. Mungkin aja kalo saya nggak gabung TDA mungkin bisnis kue YamiYummy nggak akan bisa eksis kali hehehe...

Kenapa saya bilang TDA punya andil yang begitu besar buat bisnis saya ? Pertama, sejak mengenal TDA (terutama bergabung dengan komunitas TDA Bekasi) saya jadi'ngeh' kalau saya telah diberi Allah talenta yang begitu besar dan selama ini saya selalu meng-underestimate talenta saya sendiri. Berkat TDA saya jadi menghargai bakat dan kemampuan diri saya. Kedua, TDA mengajar saya untuk percaya diri. Kepercayaan diri adalah modal yang sangat besar kalau kita ingin sukses di bidang apapun. Kalau dulu saya selalu berkeringat dingin, selalu menundukkan kepala, selalu minder dsb sekarang saya begitu percaya diri pada kemampuan saya (dengan catatan PD is not equal with sombong ya..), sekarang saya selalu mendongakkan kepala untuk memberi senyuman pada orang lain, selalu mendongakkan kepala untuk menyongsong keberhasilan yang Insya Allah dapat saya raih dan saya semakin mengikis rasa minder saya pada kesuksesan orang lain karena saya yakin saya juga bisa atau bahkan melebihi kesuksesan mereka. Amiin.

Ketiga, TDA selalu mengajar saya untuk memperbanyak silahturahmi dan memperluas networking. Dulu mana pernah terbayang kalau saya bisa foto bareng dengan Pak Purdi E. Chandra (owner Primagama), bisa menghadiri seminar Tung Desem Waringin, bisa mengenal para pengusaha sukses spt Badroni Yuzirman, Bob Sadino, Sonny Sofyan, Valentino Dinsi dst. Bahkan teman2 anggota TDA Bekasipun banyak yang telah sukses dalam bisnis mereka masing2. Contohnya Pak Ismed yang kondang dengan Coklat Mentari-nya, Pak Ato sang raja property, Pak Dhika sang raja Batik, Pak Dewanto sang raja Kemfood, dst...Kalau aja saya nggak gabung TDA mana bisa ya saya punya kesempatan mengenal orang2 hebat tsb....Mereka pastinya bilang "siapa elo ???" hehehe..


Keempat, TDA mengajar kami untuk siap menanggung kerugian dan bukan siap memetik keuntungan dalam berbisnis. Pelajaran berharga ini sangat bermanfaat untuk menempa kekuatan mental saya dalam terjun ke kancah bisnis. Untuk saat ini kalau ada godaan untuk kembali menjadi TDB alias jadi karyawan lagi pastinya saya bisa PD bilang 'no thanks'......

Kelima, TDA mengajar saya untuk mengerti dan memahami esensi dari komunitas ini yaitu bersinergi. Asal tau aja saya sempat ketar ketir waktu ada pesanan kue beredible dadakan. Maklum aja saya belum punya printer khusus edible image dan selama ini masih sering mesen ke sesama tukang kue juga, Mba Vita (juga anggota TDA). Nah ketika saya benar2 butuh edible image dadakan ini dan nggak punya waktu sama sekali untuk mesen ke Mba Vita, saya lalu teringat kalau ada rekan TDA Bekasi yang juga menerima pesanan edible image yaitu Mas Ismed (Coklat Mentari). Wuih happy problem sayapun berakhir dengan happy end..Alhamdulillah......

Oh ya selain ikutan ber-mastermind di TDA Bekasi saya juga selalu menyempatkan diri untuk ikutan forum TDA Bekasi yang selalu rutin diadakan tiap 2 bulan sekali. Nah minggu kemarin (2 Agustus 2009) forum TDA diadakan untuk kali kedua. Semua kelompok MM diminta untuk berpartisipasi mengisi stand. Tadinya sempat bingung mau ngisi apa. Berhubung badan sedang kurang fit lantaran baru saja menyelesaikan orderan sebelumnya. Akhirnya saya ikutan juga mengisi stand dengan mengeluarkan produk andalan yaitu brownies kukus xixixi...


Sepulang forum TDA ini saya mendapat banyak masukan berharga dari para pakar bisnis Indonesia dan Insya Allah di masa mendatang saya bisa tersenyum bersama mereka sebagai sesama pengusaha sukses. Amiiin...


(One of community that I join in is TDA (Tangan Di Atas). In this community I got so many knowledges, so many friends and have a chance to know great people in business. TDA has taught me important things that very usefull for my business. I never had trigger to develop my business in the past but when I involved with other TDA's members I knew that I have underestimated my talent in business, something that I shouldn't do. TDA gave me a strong reason that I have a chance to realize my dream, to be an entrepreneur.

I have many things that I got from TDA :
1. I recognize my talents.
2. I can increase my self confidence
3. I got new friends new vision and had large networking
4. I can learn that business is not only how many profits that I will get but business is how many losses that I can accept. So I will be stronger to face bad situation in the future
5. I can learn how to make a sinergy with other member.

I was attended an event held by TDA Bekasi called Forum TDA and I have to make something that I sold at the booth of my Mastermind group. Since I was busy with another order from my customer so I just made steamed brownies for this event.

Back from the event I got a lot of things to apply to my business. Now I'm ready for next challenge.....

TDA, I'm really proud to be your member...)



Pas lagi asyik2nya liburan di Bandung minggu lalu sambil jadi guide dadakan buat teman buleku, Julia Schaefer, mendadak keponakan tercinta, Piwi, request kue ulang tahun. Requestnya sih sebenarnya sederhana cuma BDCK yang ada unsur barbienya beserta donat kentang. Yang jadi masalah adalah permintaannya terlalu mepet sementara sang tukang kue masih terpengaruh syndrom long holiday.

Tapi demi keponakan tercinta yang belum pernah dibuatkan kue ultah padahal tantenya tukang kue maka sang tukang kue langsung bergelut dengan oven lagi walau baru aja pulang dari Bandung. Terpaksa begadang deh hehehe. Ga pa palah asal jangan sering2 ya Piw.

Met b'day ya, Piw. Semoga jadi anak yang pintar, sholehah, berbakti pada orang tua dan murah rezeki. Amiin.

P.S. Lantaran mepet rencana bikin kue barbie gag kesampaian dan yang ultah sempet protes karena sang princessnya kok gendut amat ? Hehehe maaf ya say...

(One of my niece, Piwi, phoned me and requested a birthday cake for her birthday last week. Actually, her request was so simple since she just asked a cake with barbie and some potato donuts. The main problem was, I was still in Bandung as I had to be a guide for my German pen pal, Julia Schaefer. I still enjoyed my holiday in Bandung with my husband and my son as well. But then I realized that I never made cake for her so far eventhough I have a business in birthday cake. So, back from Bandung at the afternoon I went to my lil' kitchen and took my night for making the birthday cake and donuts. What a hectic day for me but that was ok, no problem at all.

Happy birthday my beloved niece, Piwi. Wish all the best for you. I'm really sorry for not making you a barbie cake since I didn't have much time as your aunt just back from the long holiday in Bandung. May be some other time, dear. I promise...)


Wow udah lama banget nggak up date my lovely blog coz I got a lot of works to do....

Sebenernya postingan ini bukan ditujukan untuk pamer tapi lebih ke sharing rasa bahagia aja. Gimana gak bahagia coba ? Hari gini tiba2 dapat grand prize sebuah mobil idaman secara gratis tis tanpa harus bayar pajak hadiah dan biaya lainnya.

Begini kronologis kisahnya...

Diakhir November 2008 sehabis belanja bulanan, anak saya Farizi merengek minta makan siang. Kebetulan saya dan suamipun juga lapar. Sesuai permintaan sang anak maka kamipun memutuskan untuk makan siang di KFC Carrefour Bekasi. Kamipun dilayani dengan sangat ramah oleh salah seorang staf KFC. Dengan ramah dan detail ia menginformasikan sebuah paket yang berisi paket nasi, ayam dan soft drink yang dijual bersama dengan sebuah CD band orbitan KFC. Kebetulan anak saya sangat suka dengan lagu Sejuta Rasanya yang dinyanyikan oleh Bonus Band. Kamipun memutuskan untuk membeli paket tersebut (Combo Hitlist).

Di rumah iseng2 saya mengirimkan SMS untuk menjadi member KFC Music Hitter karena berdasarkan informasi dari staf KFC tersebut setelah menjadi member maka kami akan memperoleh benefit berupa free goceng tiap minggu, free magazine dan hadiah free wings bucket pas ultah. Wow lumayan banget karena saya fikir bentar lagi saya ultah.

Beberapa bulan berselang saya sebenarnya udah lupa dengan sms yang saya kirim. Tiba2 disuatu hari di awal Maret ketika saya sedang sibuk kerja Hp saya berdering. Penelpon mengaku dari KFC dan menanyakan apakah saya pernah mengikuti undian combo hitlist ? Saya jawab bahwa saya memang pernah mengikuti undian tersebut dan kemudian diminta menyebutkan nomor struk pembelian. Kebetulan banget struk pembelian masih bercokol dengan manis di dompet. Dan walau dengan setengah hati saya sebutkan juga nomor struk tersebut. Sebetulnya saya agak2 curiga dan tambah curiga serta kontan gak percaya waktu sang penelpon mengabarkan bahwa saya adalah pemenang grand prize combo hitlist berupa sebuah mobil Honda Jazz !!!

Asli, pada waktu itu saya sama sekali TIDAK PERCAYA. Dalam benak saya langsung terpikir mana mungkin hari gini ada undian yang hadiah2nya benar2 gratis tis tanpa pajak dan embel2 biaya lainnya. Tapi ternyata IT'S REALLY TRUE. Ini beneran nyata dan ternyata tak ada penipuan dibalik undian ini.

Dan pertengah April yang lalu saya benar2 menerima sang hadiah berupa sebuah mobil impian. Sebuah mobil Honda All New Jazz!!! Seremonial acara penyerahan hadiah dilaksanakan di KFC Kemang, Jakarta. Sebuah acara yang pastinya nggak akan terlupakan sepanjang hidup saya. Saya selalu berbisik dalam hati, ini beneran nggak ya ??? Wow hari itu perasaan saya benar2 berjuta rasanya, campuran antara rasa bahagia, nggak percaya, terharu, dsb dsb ha ha ha norak banget ya ???

Terima kasih ya Allah atas rizkiMu ini. Terima kasih pada KFC dan Fruit Tea yang telah membantu saya mewujudkan sebuah mobil impian yang terasa banget manfaatnya baik bagi keluarga saya maupun untuk kelancaran bisnis kuliner saya saat ini, YamiYummy. Insya Allah hadiah ini akan lebih memotivasi usaha saya menjadi lebih baik di masa mendatang. Amiin...

Pengen hadiah mobil juga ?? Makan aja ke KFC, dijamin menunya enak dan hadiahnya bener2 TOP BANGET !!! Once more thanks ya KFC dan fruit tea...........

(Wow it's been so long ago since my last posting. I really miss my beloved blog.

At this time I want to share my happiness when I won the Combo Hitlist Grand Prize from KFC. I won a lovely car, my dream car, Honda All New Jazz. Can you imagine how was my feeling when I won that prize ? I felt so unsure and still can't believe till this time.

I bought a combo hitlist menu at Carrefour Mall, Bekasi, at the end of November 2008. I bought it since my son, Farizi, wanted to eat KFC and he liked the CD of KFC's band, Bonus Band. At the first I never hope that I will be one of the winner of the prize that KFC offered. I thought I wasn't lucky enough to win anything...then I found that I wasn't wrong at all :)

Then at the beginning of March I got a phone call from KFC told me that I won the Grand Prize. I won a car !!! Wow, for me it was so hard to believe. I was so happy, sure I was, but still it was so hard to believe....

Thanks GOD for your bless and mercy. Thanks to KFC and Fruit tea for that gift to me. I hope this gift will be useful not only for my family but also for my business, YamiYummy... I hope....Amiinn)




Ada suatu ritual khusus dalam keluarga saya, yaitu kami selalu berkumpul tiap kali ada anggota keluarga yang berulang tahun. Moment kebersamaan ini sangat menyenangkan buat saya karena disela2 kesibukan pasti kami akan meluangkan waktu sejenak untuk berkumpul, makan2 dan berbagi segala hal bersama2.

Sejak memutuskan menjadi tukang kue amatiran dan untuk memperbanyak jam terbang dalam membuat kue maka tiap kali ada moment ulang tahun keluarga saya akan selalu dengan senang hati menjadi donatur untuk kue ulang tahun. Nggak tahu kenapa tapi saya tuh senang banget membahagiakan hati orang2 tercinta dengan kue2 yang lezat dan berpenampilan cantik. Walau capek dan kadang harus membuat kue dalam kondisi sakit tapi reward yang saya dapat berupa wajah2 bahagia, wajah2 terharu dan pujian akan kelezatan kue seakan jadi penawar yang sangat hebat. Dan bukan itu aja, semua itu seakan semakin menjadi candu buat saya untuk semakin memperdalam dunia masak memasak.

Hari senin kemarin dua orang ipar saya (kakak dan adik) sama2 berulang tahun. Berhubung saya ingin mensyukuri semua anugerah dan rezeki yang telah diberikan Allah SWT maka sayapun berinisiatif untuk menawarkan perhelatan sederhana acara syukuran untuk ulang tahun kedua ipar saya tsb di rumah.

Menu utama berupa ayam bakar saya pesan aja di tukang ayam bakar langganan sementara BDCK nya saya buat sendiri yaitu Brownies pandan cheese dengan dekor sederhana yaitu keju cheddar plus cherry merah. Sebagai tambahan saya juga membuat puding coklat dan risoles ragout daging.

Dan pesta sederhana itupun berlangsung dengan penuh khidmat dan penuh rasa haru.

Selamat ulang tahun Mba Lili dan Rita. Semoga kalian berdua selalu dalam lindungan Allah SWT, murah rezeki, sehat selalu dan sukses dalam kehidupan kalian. Amin.

(I made such a kind of simple party for my sisters in law last Monday. Eventhough I wasn't in a good health but as I want to make them happy then I made that event.

As birthday cake I made Pandan cheese brownie. I also made chocolate pudding and Risoles ragout.

I always enjoy time that I spent among my family. We usually spent times together especially in each birthday of family's member. As I am an amateur chef then I usually make a birthday cake for a gift. I always want to make everyone happy with my cakes. That's the priceless reward for me.

Happy birthday for Mba Lili and Rita. Wish you all the best in your life).


Di bulan Maret ini saya lebih banyak ngerjain kue buat hadiah ulang tahun teman dan kerabat aja. Bukan nggak nerima orderan tapi berhubung lagi trimester pertama jadi mesti extra hati2. Kayaknya harus lebih banyak istirahat berhubung kondisi badan sering ngedrop. Udah tua kali ya jadi udah banyak keluhan he he he.

Kue coklat ini saya buat sebagai hadiah ulang tahun kakak ipar yaitu Kak Ono Syamsudin. Basicnya triple chocolate dengan dekor buah jeruk mandarin kalengan plus sebuah Cherry hijau dan covered by chocolate ganache. Kuenya moist dan yummy banget sayang foto2nya burem2. Maklum masih moto pake HP sony ericson tersayang. Mudah2an ke depannya bisa punya camdig. Amiin.

Happy birthday ya Kak Ono. Maaf cuma bisa menghadiahkan kue ini plus risoles ragout daging. Mudah2an tambah sukses dalam karir (mudah2an naik pangkat), sehat, murah rizki dan bahagia deh sama keluarga. Amin.

(During March I prefer making cakes for gift to friends and family to making cakes for order. I felt not well lately. I thought it just because of my pregnancy. I got tired easily and should take a lot of rest.

I made this chocolate cake for my brother in law, Mr Ono Syamsudin. The basic cake was triple chocolate cake covered by chocolate ganache and I put green cherry with mandarin orange for the decoration.

Happy birthday Kak Ono. Wish you luck in everything you do. Amiin).


Wah udah lama banget nggak update Blog. Bukan karena sok sibuk tapi karena rasa malas yang menyerang ini benar2 luar biasa. Mungkin pengaruh hormon yang sedang nggak stabil kali ya.

Oh ya, ketika posting vanila sponge cake with cheddar cheese di facebook ternyata bikin banyak orang mupeng. He he he, karena tukang kuenya bertanggung jawab maka kepada yang mupeng akhirnya diberi hadiah sang kue supaya nggak terus2an penasaran. Nah kue ini juga akhirnya saya hadiahkan untuk Mba Vesta (istrinya Mas Dhika) salah seorang rekan di Master Mind Bekasi 3. Ulang tahunnya pas pertengahan Maret dan sekalian deh kuenya dibawa pas acara pertemuan MMB di tempatnya Mas Erry (sepatuwanita.com).

Berhubung member yang dateng lumayan banyak terpaksa deh nggak semua orang bisa mendapat jatah sang kue. Next time deh ya guys...Sorry banget.

Happy birthday ya Mba Vesta. Semoga tambah sukses pasar batik.com-nya dan bahagia dunia akhirat. Amiin..

(This cake was made for Vesta (Dhika's wife, one of Bekasi master mind's member)as her birthday present. I gave this vanila sponge cake covered by cheddar cheese since she was tempted with that cake after I posted it at my facebook. I brought it when I visited the event of MMB at Erry's workshop (www.sepatuwanita.com).

Happy birthday Vesta, wish you luck with your business (www.pasarbatik.com). Amiin).


Hari Minggu tgl 8 Maret kemarin benar2 merupakan minggu yang sibuk buat saya. Hari itu secara bersamaan digelar 2 acara arisan. Biasalah namanya juga ibu2 kalau nggak ikutan arisan kesannya kurang gaul gitu.

Berhubung sang asisten sedang pulang kampung terpaksa deh pagi2 harus jumpalitan bikin kue sambil beres2 rumah plus mencuci baju pula. Supaya semua bisa kepegang akhirnya kue yang akan dibawa ke rumah salah seorang keluarga yang ketempatan arisan terpaksa dipilih dari jenis kue yang selalu anti gagal tapi dijamin nikmat apalagi kalau bukan brownies kukus sang kue andalan.

Topingnya biasa aja standar yaitu perpaduan gurihnya keju dan manis pahitnya Dark Compound Chocolate yang dipermanis dengan centilnya sang cherry merah. Perjalanan menuju tempat acara arisan sempat bikin bete karena pake acara nyasar2 segala. Lantaran kepanasan DCC nya pada meleleh dan sang cherry ikutan centil pada lari2. Tapi meski bete pas ngeliat rona bahagia diwajah sang tuan rumah yang girang banget dapat bingkisam browkus akhirnya melumerkan segala kemumetan dan akhirnya jadi semangat lagi deh arisannya.

(I thought last Sunday, March 8, was a such a kind of crazy day for me. At same day I had 2 family monthly gathering. Since my housekeeper wasn't at home so I had to manage everything.

I made a very quick and simple cake for that event. Steamed brownie was my choice. I was glad since the receiver was so happy receiving my gift).


Hari Kamis tgl 5 Maret ini tiba2 sang asisten, Siti, minta izin mau pulang kampung dulu karena ada suatu acara. Wuah kagetlah tapi nggak dikasih izin juga kasihan karena si asisten ini sangat loyal banget kerja sama saya sampai2 2 lebaran kemarinpun dia kekeuh nggak mau pulang karena nggak tega ngeliat saya kerepotan ngerjain kue orderan dan bikin kue2 lebaran buat keluarga.

Akhirnya sayapun mengizinkan dia untuk pulang berhubung saat ini saya udah bisa kerja dari rumah jadi Insya Allah pekerjaan sang asisten, Siti, bisa saya handle sementara waktu.

Siti request saya untuk dibuatkan brownies kukus untuk oleh2 pulang kampung. Ok Ti, jangan khawatir. Ini kue favoritnya jadi sayapun dengan senang hati menghadiahkan kue ini untuk dibawa ke Kebumen, kampung halamannya.

Jangan lama2 ya Ti di kampung soalnya saya butuh jasa kamu banget nih......

(At thursday morning, March 5, my housekeeper, Siti, asked me to allow her going back for a while to her homeland at Kebumen, West Java. I couldn't say no since she has been working hard for me so far. And even she decided to not going home at our national holiday just like Idul Fitri and Idul Adha. So I gave her permit and also gave her a steamed brownie as a gift.

I knew she liked steamed brownie so much and I loved to make it for her. Have a nice holiday at your homeland, Siti. But please get back as soon as possible since I need your help so much....?)


Tgl 3 Maret adalah ultah perkawinan sang kakak ipar yang ke 18 tahun. Hari itu Mba Eni minta tolong dibuatkan 2 loyang puding coklat. Rupanya dia ingin sedikit membuat syukuran sederhana. Ya sud sekalian dihadiahkan sebuah kue aja.

Ntah kenapa kok pengen banget cake keju. Ceritanya suami bilang kalau dia nyobain cake yang bertabur keju parut pas bertandang ke rumah salah satu rekannya. Dia bilang kalau kelihatannya mantap banget tuh kue. Dengan semangat 45 suami nyobain dan ternyata dia nggak suka. Memang penampilannya ok tapi kok rada seret dimulut dan rasanya standar. He he he terang aja soalnya lidahnya sudah terbiasa dengan kue2 lembut yang saya buat dengan berpedoman pada resep2 dari NCC yang yahud.

So sayapun memutuskan untuk membuat sponge cake vanila yang moist dengan filling bluberry dan dicover dengan keju cheddar parut yang melimpah. Alhamdulillah semua suka dengan kuenya dan syukuran sederhana tersebut jadi lumayan meriah.

Selamat ya Mba Eni dan Kak Ono. Mudah2an kalian tetap saling mencinta selamanya. Wuih udah 18 tahun menikah gimana rasanya ya ? Mudah2an saya dan suami juga bisa awet sampai selamanya. Amiin.

(March 3 was my sister in law's 18th wedding anniversary. On that day she asked me to make 2 chocolate puddings. She wanted to make a small ceremony just for our family. I made vanila sponge cake covered by cheddar cheese as a gift for her.

I decided to make that cake since my husband told me that he ate same kind of cake when he visited one of his friend and he said the taste wasn't as good as it's perfomance. He used to taste the moist cake that I made based on the recipe that I've got from the culinary mailing list that I joined (NCC).

After ate my cake he said, "Wow it's so different. It's so moist and yummy. Thanks honey..". I thanks God since everybody liked my cake.

Congratulation to Mba Eni and Kak Ono. I hope you will be in love forever after. And I hope my husband and I will be the same).


Setiap kali akan berangkat kerja, anak saya Farizi selalu merengek agar saya tidak pergi ke kantor dan meninggalkannya bersama sang pengasuh di rumah. Kata2 yang paling menyentuh adalah "Mama jangan kerja. Kok aku ditinggal, kan aku kasihan. Aku kan anak Mama".

Biasanya kata2nya akan membuat saya merasa sangat sangat bersalah. Saya tahu bahwa Farizi sangat membutuhkan saya. Waktu penuh yang saya sediakan pada hari Sabtu dan Minggu tentunya tidak akan pernah cukup buatnya. Sayapun rindu dengan tahun pertama kelahirannya dimana saya full menjadi ibu rumah tangga untuk merawat dan mengasuhnya dengan tangan saya sendiri. Saya sangat menikmati saat2 dimana saya bisa mencurahkan sepenuh rasa sayang, cinta dan perhatian untuknya.

Kalau saya kemudian kembali berkarir ketika ia telah berusia di atas satu tahun tentunya bukan tanpa alasan yang kuat. Itupun harus saya lakukan dengan segenap keterpaksaan karena naluri seorang ibu selalu menggelitik rasa berdosa karena telah meninggalkan seorang anak kecil yang masih sangat haus akan belaian sayang dan dekapan hangat sang ibunda.

Saya sendiri tak pernah punya banyak kenangan indah masa kecil bersama sang ibu. Beliau pergi mendahului saya kembali ke Sang pencipta disaat usia saya masih sangat belia. Hal yang sangat menyiksa adalah ketika moment pengambilan raport datang. Walau ketika itu kebetulan jadi si nomor satu di kelas saya tetap merasa ada yang kurang. Saya tidak bisa seperti anak2 lain yang bisa pulang sambil berlari-lari senang karena tak sabar untuk memamerkan raport mereka. Sementara saya ? Hanya bisa melangkah lunglai karena saya tahu setelah sampai rumah raport tersebut hanya akan saya nikmati sendiri. Saya tak pernah berharap muluk untuk dapat hadiah karena meraih rangking satu. Cukup bila saya melihat senyum sang ibu mengembang dan mengatakan "Wah hebat ya anak Umi bisa jadi rangking satu" itu sudah lebih dari cukup bagi saya. Tapi yang sesederhana itupun tak mungkin saya dapatkan karena sang ibu sudah terbaring abadi dalam pelukan bumi. Dan untuk mereduksi rasa sedih biasanya saya akan membuka lemari pakaian dan mulai menangis di atas tumpukan pakaian. Saya akan mengkhayal bahwa saya sedang menangis dalam pelukan lembut sang ibu.

Setelah menikah dan hampir menjadi seorang ibu saya selalu bertekad untuk memberikan yang terbaik untuk anak saya kelak. Pokoknya saya berjanji akan mengusahakan anak saya mendapatkan apa yang tidak saya dapatkan di masa lalu.

Alhamdulillah, saya bisa memberi sang anak asi ekslusif dan bisa menyusuinya hingga 2 tahun. Tak ada yang lebih indah selain momen2 yang kami habiskan berdua. Betapa melambungnya hati ini ketika dapat panggilan 'mama' untuk kali pertama. Tak ada tetesan air mata dan kegalauan yang lebih besar yang pernah saya alami kecuali ketika anak saya jatuh sakit atau terjatuh dari atas tempat tidur atau mogok makan karena sedang sariawan. Tak ada kebahagiaan terbesar yang pernah saya rasakan kecuali ketika tatapan kami saling berpadu dan ia memberi saya senyum terindah yang ia punya sambil mengoceh tak karuan. Saya tak mengerti arti ocehannya tapi selalu mengerti apa yang ia inginkan. Saya berusaha menjadi sosok pertama yang ia lihat ketika membuka mata dan menjadi sosok terakhir yang ia lihat ketika memejamkan mata untuk tidur.

Kalau melihat paras wajahnya ketika ia terlelap rasanya saya sering dihinggapi rasa bersalah yang sedemikian besar karena sering gagal menahan sabar dan mengumbar kemarahan terhadap setiap kenakalan yang ia lakukan. Dan hati ini akan semakin teriris bila mengingat kata2 yang keluar dari mulut mungilnya sebagai reaksi dari luapan kemarahan saya "Maaf Mama. Ampun Ma". Ah sayangku, betapa mamamu ini harus belajar lebih banyak lagi untuk bisa lebih sabar dan bijaksana dalam mendidikmu. Maafkan mama juga ya, sayang"......

"Mama besok jangan kerja ya...." Itu selalu permintaan yang ia haturkan pada saya tiap malam. Ah saya kembali termangu sedih mendengarnya. Mungkinkah saya bisa terus berkarir tapi tetap punya waktu yang melimpah untuk sang anak tercinta ? Ternyata bisa.....dan sangat bisa.

Keputusan untuk menjadi full TDA saya gulirkan dan ternyata saya kembali bisa mereguk indahnya masa2 emas bersama Farizi dan tetap bisa berkarir bahkan kali ini saya sekaligus bisa mencapai cita2 saya sejak 7 tahun lalu, bisa menggeluti dunia wira usaha.

"Mama besok nggak ke kantor kan ? Kerja di lap top aja kan ?" Sepasang mata sipitnya (yang ia warisi dari saya) menatap saya penuh harap dan senyum manisnya kembali mengembang tatkala saya memberinya anggukan kecil sambil berucap "Iya sayang..."
Tubuhnya yang mungil langsung terlonjak gembira dan iapun bergegas berlari menghampiri tumpukan lampu koleksinya dan sebentar kemudian menghampiri saya sambil menunjukkan sebuah lampu.
"Ma, ini lampu philips yang dibeliin papa di carefour. Besok beliin lampu Hannock ya. Thank you, Ma..."

Iya sayang, Apa sih yang nggak buat kamu..............




Di milis lagi heboh Donat Week. Pengen ikutan ah, kebetulan selama Bulan Januari udah ketimbun sama Donat Kentang. Makanya kalau Bulan Desember 2008 adalah bulannya Brownies Kukus di YamiYummy maka Bulan Januari adalah bulannya Donat Kentang.

Apa ya yang paling menarik dari sebuah Donat ? Percaya atau nggak, donat kentang adalah cikal bakal dari lahirnya YamiYummy. Pasti pengen tau juga kan kenapa nama bisnis saya ini YamiYummy ? Okelah saya akan bagi behind the story dari lahirnya YamiYummy.

Sejauh yang saya ingat, selama ini saya tuh sangat suka masak memasak sebenarnya. Waktu kecil malah saya sempat jualan es cocktail dan kolak pisang/ubi yang saya bikin sendiri dengan takaran resep berdasarkan feeling aja. Maklumlah semasa kecil saya nggak 'ngeh' dengan yang namanya majalah atau buku resep masakan. Jadi yang mengajari saya masak adalah Almarhumah nenek yang memang sang expert dalam dunia tata boga (bagi saya seh). Di tangan ajaib beliau saya banyak melihat aneka jenis masakan yang terlahir. Pernah nyobain manisan kulit jeruk bali ? Atau manisan cabe ? Kalau setup tape ? Itu hanya beberapa contoh hasil karya beliau yang bagi saya sangat tiada duanya. Tapi berhubung saya sangat sibuk kerja dan juga harus mengurus balita maka frekuensi ke dapur sangat menurun drastis. Paling hanya untuk masak yang wajib2 aja. Selebihnya kami banyak hunting makanan enak di mal2.

Pertengahan tahun 2008 saya kok tiba2 dapat wangsit (he he he kayak dukun aja). Entah angin apa yang bikin saya saat itu kok bete dengan kemampuan masak saya yang serasa jalan di tempat. Untuk mengurangi rasa bete saya coba2 surfing di internet nyari resep2 masakan yang enak. Wuih saya takjub berat ketika ternyata hanya dengan mengetikkan satu kata kunci resep masakan yang saya ingin, saya dapat begitu banyak link ke berbagai blog dan website yang memuat resep yang saya cari.

Suatu hari sang kakak ipar menyuguhkan donat kentang ketika saya berkunjung ke rumahnya. Topingnya sendiri sederhana hanya diberi taburan gula halus aja. Yang bikin enak karena walau saat itu sudah malam tapi sang donat masih tetap empuk. Biasanya kalau saya beli donat kampung gitu (artinya bukan yang made in merek2 terkenal di mal macam JCo or ICrave) kalau udah kelamaan pasti tuh donat akan alot banget. Mungkin kalau buat nimpuk anjing pasti kelenger kali ya. Nah donat yang saya makan itu beda. Tau nggak saya jadi tertantang untuk nyoba bikin donat kentang sendiri.

Setelah surfing di internet saya menemukan beberapa resep donat kentang. Ini juga sebagai moment saya mengenal NCC (Natural Cooking Club) untuk pertama kalinya. Percobaan donat perdana diluar dugaan sukses luar biasa. Kebetulan momentnya juga pas, yaitu pada saat keluarga besar sedang kumpul2 pas malam minggu. Tak diduga dan dinyana ternyata sang donat kemudian jadi primadona snack keluarga saya.

Sukses awal bikin saya ketagihan. Ternyata tak cuma donat yang bikin saya 'addicted'. Sayapun tertantang untuk mencoba resep lainnya. Nah NCC inilah yang berjasa bikin saya tambah pinter untuk urusan memanjakan lidah seluruh anggota keluarga saya. Ketika arisan Bulan Agustus silam yang kebetulan berbarengan dengan anniversary perkawinan kami yang ke 5, saya bikin semua kue dan puding berbekal resep dari NCC. Yang nyebelin adalah banyak diantara anggota keluarga yang menyangsikan kalau itu adalah hasil karya saya sendiri. Pada nggak percaya ya kalau saya bisa bikin kue2 yang enak dan menakjubkan (sekali2 narsis ga pa pa donk :-)). Ternyata banyak yang masih norak dengan kue yang beredible image, jadi sambil penasaran mereka mencicipi BDCK yang saya buat. Komen mereka sama, kuenya enak semanis penampilannya (he he he mereka rupanya terpesona dengan sepasang pengantin yang jadi back ground edible imagenya. Mereka lupa kalau sepasang pengantin itu udah bermetamorfosis alias berubah drastis, dari sepasang sejoli yang langsing menjadi sepasang 'bank lemak' hi hi hi).

Suami saya waktu itu melontarkan pendapat dan ide yang tadinya sempat saya ragukan. Dia bilang saya kayaknya ada bakat dalam dunia kuliner, gimana kalau diseriusin biar jadi bisnis aja. Dia bahkan mau jadi penyandang dana dan melontarkan trade mark buat usaha kuliner saya yaitu : YamiYummy. Katanya : tiap kali orang menyebut nama saya pasti selalu teringat akan kue2 yang enak2 atau Yummy. So kenapa nggak dijadikan merek dagang aja sekalian. Biar orang selalu teringat dan terinspirasi pada makanan enak kalau mengingat YamiYummy. Lama2 saya pikir, boleh juga niyyyy. Apalagi beliau menyanggupi pengen jadi donatur kan. He he he sepasang tanduk langsung nongol di kepala, okelah Boss siapa takuttt....Go ahead lah....

Akhirnya lahirlah YamiYummy. Bisnis ini murni dimodali oleh suami tercinta dalam hal dana operasional. Modal saya sendiri cuma nekat, pede, berani malu, tekad yang kuat untuk maju, niat murni untuk ibadah dan keikhlasan untuk menjadikan bisnis ini supaya bisa bermanfaat juga buat orang lain. Modal lain yang tak kalah penting adalah; kumpulan resep yang segambreng banyaknya hasil browsing di internet. Mau kursus sih sebenernya tapi biayanya mahal buat ukuran saya. Suami juga lebih setuju kalau saya otodidak aja. Dia selalu bilang begini : kalau orang lain pintar bikin kue karena hasil kursus itu mah udah biasa, Ma. Tapi kalau kamu pinter bikin kue karena hasil otodidak, itu baru nggak biasa. Lagipula biayanya juga lumayan. Mending buat nambah modal dulu. Okelah Pap. Mungkin saya harus nabung dulu kali ya buat nambahin modal dan juga biar bisa kursus dekor someday sama Bu Fat. Insya Allah.

Back to Donat Week NCC. Ini hasil karya saya yang kesekian untuk Donat Kentang. Resepnya pakai resep NCC tentunya. Donat2 ini saya buat sebagai oleh2 ketika menjenguk sang kakak yang baru aja keluar dari Rumah Sakit. Mudah2an donatnya bisa membantu proses penyembuhan (emang bisa ???). Kalau melihat rekor cepatnya donat yang bawa itu habis diserbu kayaknya sih saya boleh berbangga hati kalau donat2 yang saya buat itu memang asli enak. Tapi kebanggaannya cuma sedikit kok, kan yang hebat adalah sang penemu resepnya. Saya mah cuma copy paste doank. Tapi nggak pa pa lah. Yang penting "I LOVE MY DONUTS, YOU LOVE MY DONUTS AND EVERYONE LOVES MY DONUTS, he he he".

(I joined the Natural Cooking Club (NCC)such a kind of mailing list for food lover last year. I got so many advantages in joining this mailing list. That's why I always want to involve in every event in NCC. This week nominated as Donuts week. As a member we have to create any donuts recipe and we can give the donuts every topping that we like. I made potato donuts for this event. The recipe was taken from NCC's recipe. I heard that my sister was ill and she was just back from hospital. I decided to make donuts and steamed brownies for her.

You may not believe but in fact making potato donuts was my first step in culinary business. Actually at that time I just tried to make something different for my family then I browsed many recipes from internet. I tried from something easy for me, I tried to make potato donuts since I knew that my sister in law liked it very much. I was glad to know that all of my family like my donuts. After that I addicted to make other kind of foods. My husband told me why don't I tried to make this hobby became a business. Actually at first I doubted about his idea. But my husband gave me his support not only in financial but also in spirit. He told me that he bet me can. He also gave me the brand for this business : YamiYummy. He said that everytime everyone called my name they will always remember about something yummy. So he suggested me to use YamiYummy as my brand......That's the story behind YamiYummy.

Actually I never joined the culinary course before. I learned by myself to improve my ability in cooking and baking. My husband told me that he believed I could do my business eventhough I never joined any course. And I know exactly I can do everything if I have the same belief.

Back to NCC's Donat Week, I proudly present my 'master piece of potato donuts'. I glad to know that my sister and other family member like my donuts. Thanks to NCC for the great recipe. I can proudly say I LOVE MY DONUTS, YOU LOVE MY DONUTS AND EVERYONE LOVES MY DONUTS................)



Saya dedikasikan postingan ini untuk salah seorang sahabat terbaik yang saya miliki selama ini, Julia Schäfer.

Hari ini saya ingin bercerita ttg salah satu hobi saya yaitu korespondensi. Walah jadul banget kedengerannya yach ? Tapi saya emang seneng banget punya banyak teman karena bagi saya tanpa sahabat I really meaningless.

Saya memulai hobi ini sejak di bangku SD. Faktanya dari dulu saya sangat suka menulis dan butuh penyaluran buat hobi yang satu ini. Karya pertama saya yang mendapat reward dari Bu guru adalah sebuah karangan pendek ttg liburan. Pasti inget kan dulu tiap kali abis liburan kita pasti disuruh bikin sebuah karangan ttg gimana kita menghabiskan liburan. Kebanyakkan sih dari kita pasti pergi ke rumah nenek untuk menghabiskan liburan iya nggak sich ? Judul karangannya biasanya "Pergi ke rumah Nenek" atau "Berlibur ke desa".

Waktu itu saya nggak bisa menulis ttg liburan ke rumah nenek, lah wong sehari-hari saya memang tinggal sama nenek kok dan nenek saya tinggal di kota yang nota bene ritual kehidupannya udah biasa banget ! Daripada pusing lalu saya nyoba bikin karangan yang idenya nyeleneh dari kebanyakkan tulisan teman2 sekelas. Saya nyoba nulis karangan tentang "pergi ke pasar". Memang idenya sich sederhana tapi saya pada waktu itu berhasil mendeskripsikan bagaimana menghabiskan liburan dengan pergi ke sebuah pasar tradisional dan bisa menggambarkan hiruk pikuk suasana pasar dengan pas sehingga akhirnya Bu guru menobatkan karangan saya sebagai yang terbaik. Saya bahagia banget dan itulah momentum awal dimana saya menyadari bahwa saya punya bakat menulis. Dan korespondensi merupakan media dimana saya bisa memuaskan hobi menulis tsb.

Saya memulai hobi korespondensi dengan salah seorang teman dekat yang kebetulan pindah kota. Lama2 saya kok merasa nggak puas karena bahasa yang dipakai kan Bahasa Indonesia dan orang yang menjadi sahabat pena saya juga orang Indonesia sementara saya butuh nuansa dan wawasan lain. Saya ingin mengenal orang2 dari negara lain, lain suku bangsa, lain bahasa, lain adat istiadat dll. Ini impian masa kecil saya. Tahu nggak, saya pengen punya sahabat pena dari luar negeri sementara Bahasa Inggris saya belepotan nggak karuan he he he, pokoknya waktu itu modalnya : NEKAT.com.

Sewaktu duduk di bangku SMA saya kebetulan dapat informasi ttg sebuah klub sahabat pena internasional, IYS (International Youth Service) yang berpusat di Finlandia. Dari sini saya dapat beberapa orang sahabat pena dari berbagai negara. Seingat saya sih dari Jerman, Filipina, Malaysia, Belgia dan Venezuela.

Ternyata dari yang banyak itu cuma sahabat saya dari Jerman yang bisa bertahan sampai detik ini. Nah Miss Julia Schäfer inilah yang jadi sahabat pena sejati saya. Yang lucu waktu itu saya cuma tahu 3 kata dalam Bahasa German yaitu Ich Liebe Dich hi hi hi sementara Bahasa Inggris sayapun masih ala kadarnya banget. Tapi ternyata itu semua bukan halangan loh, modal nekat dan pede ternyata sangat berguna.

Kami memulai tahapan surat menyurat kami sejak zamannya lewat pos. Perlu waktu lama banget loh sejak saya mengirimkan surat sampai menerima balasan (kadang bisa sampai sebulan). Udah gitu kadang ada beberapa surat yang nggak sampai. Sempet bete juga. Saya dulu berangan-angan andai bisa berkorespondensi melalui media yang dapat mempersingkat waktu, biayanya relatif lebih murah dan ada jaminan surat kita bisa diterima dengan baik. Waktu dulu sih masih sebatas angan-angan aja. Eh gak taunya akhirnya impian saya terwujud waktu saya mulai mengenal e-mail. Alhamdulillah akhirnya saya bisa memasuki sebuah tahapan teknologi yang bisa memuaskan impian saya ttg sebuah metode korespondensi idaman.

Seperti yang biasa terjadi, persahabatan kamipun sempat mengalami yang namanya putus nyambung putus nyambung seperti lagunya BBB. Ketika itu selama bertahun-tahun kami kehilangan kontak karena Julia pindah alamat dan suratnya yang menginformasikan alamat barunya nggak pernah saya terima sampai saat ini. Selama bertahun-tahun saya merindukannya. Dan sepuluh tahun kemudian datang sebuah surat dari Julia. Dia bahkan menulis di amplop permintaan tolong pada Bapak Tukang Pos untuk bisa menemukan alamat saya karena dia sangsi saya masih tinggal di alamat lama. Waktu itu saya sudah pindah ke Bekasi karena diboyong suami setelah menikah. Untungnya keluarga saya masih tinggal di sana dan akhirnya persahabatan kamipun dapat kami rajut kembali. Thanks God.......

Kini kami masih tetap meneruskan persahabatan kami lewat email. Banyak cerita yang berkembang, dan sejak awal Julia ingin saya bercerita ttg kehidupan sehari-hari saya bukan cerita seperti yang biasa ia baca di Buku Geografi ttg Indonesia. Jujur saja bagi saya Julia bukan seperti orang Jerman kebanyakan. Rasa kepeduliannya, perhatiannya, kebersahajaannya, mau mengerti saya apa adanya adalah poin2 penting yang banyak saya pelajari darinya.

Satu hal lagi yang merupakan salah satu keinginan terbesar saya tahun ini adalah bisa bertemu dengannya secara langsung. Julia punya rencana untuk mengunjungi Indonesia musim panas tahun ini, bila tidak ada halangan tentunya. Saya tentunya sangat menanti nanti moment itu. Bayangkan setelah menunggu selama tujuh belas tahun akhirnya saya akan bisa bertemu secara langsung dengannya. Bisa kan membayangkan perasaan saya ???

Salah satu motivasi saya membuat blogpun karena saya ingin Julia bisa mengetahui perkembangan kehidupan saya. Itulah alasannya mengapa saya membuat blog dalam bilingual. Pengennya sich tiga bahasa gitu tapi apa daya Bahasa Jerman saya masih berantakan.....

Terima kasih telah bersedia menjadi sahabat saya, Julia. Andai kau tahu betapa menyenangkannya bisa mengenal orang hebat seperti dirimu selama ini. Terima kasih karena telah memberi saya dan keluarga wawasan baru dalam berfikir, menganugerahi kami dengan perhatian dan hadiah2 istimewa darimu, mau mendengarkan suka duka kami dan mau berbagi dengan orang2 yang mungkin bagimu ada di sebuah negeri antah berantah. Mungkin mini fruit pie yang saya buat bisa mepresentasikan persahabatan kita yang walaupun kecil bentuknya tapi mampu memberi sensasi rasa yang berbeda di tiap gigitannya, manis, asem dan asin (he he he bukan promosi permen nano nano loh). Tapi bagi saya persahabatan dengannya lebih banyak manisnya dan saya tidak akan pernah berhenti bersyukur pada Allah karena diberiNya kesempatan untuk mengenal dekat seorang guru hebat dari Bochum ini. Terima kasih untuk segalanya, Julia. Saya tunggu kedatanganmu di Indonesia musim panas mendatang........

(I dedicated this posting just for one of my best friend ever, Julia Schäfer.

Today I wanna tell you about one of my hobby, correpondence. Although it sounds so old style but I like it so much because for me without friend I really meaningless.

I started this hobby since I was in Elementary school. In fact I really love to write at the most. I remember I got reward from my teacher for my first short story about my experience in spending holiday. Most of my friends wrote about having holiday in their Grandma’s house or Having holiday in the village. But for me to make same story sounded so impossible since everyday I live with my Grandma and she lived in the city which has a boring daily routine. Then I wrote about Going to the market. I wrote something different and I could describe everything in the market very clearly and spice it up with my little imagination. Guess what ? My teacher gave me A+ for this story. That time will be a good moment for me since I finnally found my talent in writting.

I started my hobby in corresponding with my old friend who moved to other city. Day after day I got bore since at that time I need a new chalenge. I want to know other people from other countries, people who have different cultures, languages and daily activities. I want to know world, the real world that I’ve been dreaming of. What’s the funny thing was, I have a dream to have pen pal from other country but in the fact my English was so bad. You know I never ever thought about it at all. For me all of difficulties will be solved if only we want to learn much. That’s why I still went forward.

I got info about International Pen Pal Club from Finland, IYS (International Youth Service) when I was on Senior High School. I got several friends from other countries such as : Germany, Philipines, Malaysia, Belgium and Venezuela. But I only have one long lasting friendship with a German Girl called Julia Schäfer. You know, I only knew 3 words in German at that time : Ich Liebe Dich, and my English was too bad but I never gave up to keep in touch with her. We have one language for both of us, heart language. It made us understand each other eventhough we have different language. That’s a miracle in our friendship that I found.

We used to send our letters through air mail. That way was a suck way to do since we have to wait for long time just to receive a letter from our friend in other country. I had a dream about having nice correspondence in a such way that allow me to send and accept letter in the short time, less cost, and no miss letters. In the past I just dreamed about it but today my dream is coming true when I know email and internet. Thanks God for making my dream coming true.

What a sad part is we have ever lost contact for about 10 years. She moved to other house and her letter about it never received by me. I missed her for years and was day dreaming about her in my lonely days. But one day a post man gave me a letter from my missing friend. You know what, after 10 years I finnally found her again. At that time I moved to other city after my marriage but I could get that letter from my family and then we entered the new chapter of our friendship. Thanks God....So much....

I’m always speecless to describe about Julia. You know what ? She is such a kind of great person that I ever know. She is so different with other German people that I know. She is so warm, full of attention, care, so simple, and the important thing is she can understand me much better than other people. Those things are the great things that I learnt from her.

One thing in my life that will be my great desire is to meet her personally. After 17years in friendship.....Can you imagine how is my feeling ?
I hope she could come to Indonesia this summer. I never be patient to count days until the day that she promised me come. The time that will bring her to me. I really want to meet you, Julia. I want to chat with you, to spend my days with you in having fun together. I’ll show you my daily life.....I’ll show you the very truth about me, your pen pal from a wonder land.

Thanks for being my best friend, Julia. I hope you know how lucky I am to get a chance to know a great person like you. Thanks for giving me and my family a new vision, showering us with your care and so many special gifts and also for sharing with me in my ups and downs. Eventhough we never meet each other but I promise you you are always in my heart forever.

May be the small fruit pie could describe our friendship. Eventhough it small but it could give us so many sensations in our life. It’s so sweet as sweet as our friendship.

Nice to have a great person like you, Julia. A great teacher from Bochum.
See you next summer in Indonesia. I will look forward.........................Unpatiently).


Ini postingan sebagai penebus rasa bersalah karena...coba bayangin masa saya bisa punya waktu buat membuatkan kue spesial untuk ultah anggota keluarga yang lain tapi pas giliran suami dan saya sendiri ultah kok tukang kuenya malah K.O ???

Sebenernya ini bukan sebuah kesengajaan. Harap maklum aja karena disaat yang bersamaan tukang kuenya kelelep orderan so yang dikejar ya yang bisa dijadiin duitlah (matre.com).

But anyway, hari minggu kemarin disela2 mepetnya waktu karena hari itu kebetulan ada acara arisan Rt, saya bertekad untuk membuat something special buat sang komisaris YamiYummy. Lantaran udah sering bikin aneka kue akhirnya malah mati ide kali ini. Eh kebetulan pas blog walking nemuin ide dari blognya Mba Dewi Joris (one of my fave blog). Setelah izin dengan sang empunya blog maka saya langsung ngebut bikin fruit pie buat suami.

Kebetulan suami lagi ketimbun lemak jadi harus dinetralisir nih sama buah2an supaya agak langsingan dikit kayak foto pengantin kami dulu (wuih gayanya kayak dirinya sendiri masih langsing aja, padahal setali tiga uang he he he).

Pulang arisan langsung nyodorin pie ini ke suami dan dengan diiringi cipika cipiki plus untaian doa maka hutang sayapun lunas. Sorry ya telat pap, tapi teteup suka khan dengan pie buatan istri tercintamu ini ??? Walau cuma sederhana tapi saya kok merasa inilah perayaan ultah yang terindah buat kami berdua. Mau tahu kenapa ?? Karena kami sadar bahwa kami masih saling memiliki dan tetap saling mencintai sampai saat ini. Bagi saya, itu udah lebih dari cukup. Saya nggak ingin hadiah lain lagi.

Tapi kalau kemudian suami ngasih saya hadiah microwave, ya udahlah saya terima....Namanya juga rezeki, pamalilah kalau ditolak hi hi hi. Setuju kan ?????

(I felt so guilty with my husband since I couldn't make a special birthday cake for his birthday last Jan 7. You can imagine how guilty I am. I used to made special birthday cake for my family but I couldn't make anything for me and my husband's burthday. You know why ?? I was so busy to finish orders at the same time.

Last Sunday I decided to make something special to celebrate our belated birthday. I got an idea from blog walking to make special fruit pie (this idea taken from Dewi Joris' blog, one of my fave blog. She's so wonderful you know). Althought my fruit pie was not as good as Dewi's but I felt sastisfied enough since finnally I could make something for our birthday.

I gave the fruit pie to my husband. I kissed him with my warmest love and wished him all the best. Happy belated birthday, honey. Thank you so much for all of the best things you gave me. Although the celebration was too simple but for me it was more than enough since I know for sure that we are still in love until now. Having him by my side is the best thing that God ever gave me and I don't want anything else....

But at the end my husband gave me a microwave as his present. I couldn't say no since I want it so much. That's my dream baking equipment and he made it came true. Thank you so much honey....That's why I always call you the greatest husband ever !!!)